Langsung ke konten utama

Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola

Yuliani Pulungan

Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola

Oleh: Yuliani Pulungan 1720100154

Artikel yang ditulis oleh Dr.Zainal Efendi Hasibuan, M.A sebagai gambaran secara jelas terkait dengan tema kali ini yaitu "Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tembaga Holing Batak Angkola". Yang merupakan salah satu tata cara adat budaya yang ada di Sumatera Utara.

Dalam artikel tersebut kita diberikan gambaran tentang sejarah dan wawasan pendidikan tentang keberagaman adat, ras, suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia khususnya di daerah Tapanuli.

Negara Indonesia dikenal sebagai negara yang majemuk yang terdiri dari berbagai ras, suku, budaya, dan agama. Keberagaman inilah merupakan suatu kehendak bagi sang Pencipta sebagai suatu wujud kesempurnaan dan kemahakayaan sang pencipta.

Salah satu penjelasan yang ada dalam artikel tersebut mengenai Surat Tumbaga Holing yang mana artinya adalah ajaran yang telah diberikan dalam kehidupan bermasyarakat yang digali dalam kearifan lokal, alam terhampar luas dijadikan sebagai landasan tata krama kehidupan umat manusia.

Selain itu ada juga pembahasan mengenai dalihan natolu yaitu Mora, Kahanggi dan Anak Boru.

Dimana Mora artinya ialah sebagai sumber air kehidupan dan pantas untuk dihormati karena pihak Mora akan memberikan putrinya untuk diperistri kepada satu keturunan satu marga. Kemudian Kahanggi ialah satu kerabat dalam satu marga dan anak Boru ialah kelompok kerabat yang mengambil istri dari kerabat Mora. Dengan adanya pengambilan boru tersebut maka pihak Mora akan memberikan perlakuan yang sangat baik.

Jadi, pembahasan dalam artikel tersebut sangat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai tata cara adat budaya terutama di bagaian Tapanuli. Sehingga kita bisa membeda-bedakan tutur adat yang ada.

Kelebihan dan kekurangan

Dalam pembuatan apapun pasti ada kelebihan dan kekurangan karna dari itulah makanya kita masih disebut sebagai manusia yang mempunyai banyak kekurangan, dan kelebihan dari pemaparan artikel ini yaitu karna menggunakan bahasa Batak yang menurut saya sangat perlu untuk di kembangkan ke wilayah-wilayah yang lain yang diluar dari Batak.


Saran

Saran saya adalah kita adalah makhluk sosial yang memiliki suku bermacam-macam, kita harus bisa saling memanfaatkan untuk orang sekitar kita dan orang-orang yang membutuhkan baik itu dengan suku dan warna kulit yang berbeda sekalipun kita harus menganggap kita semua adalah mahkluk yang sama di hadapan Allah SWT.

Nama : Yuliani Pulungan

Nim: 1720100154

Jurusan: PAI 2

Semester: V

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KKL-DR 2020 H-2

CARA MUDAH BELAJAR MATEMATIKA

BERLINDUNG DARI RASA MALAS